Pentingnya White Balance ketika mengambil foto
“Seni bukanlah hasil dua dari satu tambah satu, seni lebih kepada bagaimana kita mengolah satu tambah satu menjadi dua.”
Sebelum saya mengenal white-balance saya memotret kebanyakan menggunakan AWB atau Automatic White Balance. Memang ada bagus dan kekurangannya menggunakan AWB ini, tapi untuk Anda yang ingin menjadi “tukang foto” saya kira lebih banyak kekuranggannya dibandingkan dengan kelebihannya.
Dengan menggunakan AWB, kita hanya bisa menerima bagaimanapun jadinya hasil si foto itu. Teknologi untuk membuat AWB mungkin bukan teknologi yang sembarang, tapi sampai sekarang saya masih percaya, bahwa seni tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada teknologi. Seni bukanlah hasil dua dari satu tambah satu, seni lebih kepada bagaimana kita mengolah satu tambah satu menjadi dua.
Kenapa harus White Balance??
Di suatu workshop fotografi yang dibawakan oleh Arbain Rambey, beliau pernah berceloteh kenapa harus dinamakan White Balance, kenapa gak Red Balance atau yang lainnya. Terdengan sebagai pertanyaan yang sederhana, tapi saya sendiri sedikit memutar otak untuk menemukan jawabannya.
Satu-satunya warna yang peka terhadap perubahan hanyalah warna putih, coba saja anda sinari kertas warna putih dengan warna yg lain, niscaya kertas tersebut akan terlihat sebagai warna yang menyinarinya. Dengan dasar inilah dalam fotografi dinamakan white balance atau keseimbangan warna putih.
Jika dalam foto yang dihasilkan warna putih sebagai warna putih (aslinya) sudah tentu warna yang lainnyapun akan mengikutinya. Pertanyaan selanjutnya, apakah dengan demikian kita akan menyelesaikan masalah? Saya rasa tidak, dalam sebuah foto sangat memungkinkan mempunyai dua white balance, contohnya pemotretan gedung yang disorot lampu dengan background langit malam dengan bulan.
Pada contoh diatas mempunyai dua white balance yang berbeda, dan solusinya kita harus memilih satu dari dua white balance tersebut, karena dalam satu hasil foto kita tidak bisa menggunakan lebih dari satu white balance.
Bagaimana cara menggunakan white balance
White balance direpresentasikan oleh derajat suhu kelvin, cahaya yang kurang direpresentasikan dalam derajat yang rendah dan sekin kuat cahaya akan semakin besar pula derajat kelvin-nya. Jika kita menggunakan white-balance yang tidak tepat, maka kita akan menghasilkan foto yang kebiru-biruan jika derajat kelvinnya terlalu rendah, atau menjadi lebih merah jika derajat kelvinnya terlalu tinggi.
Setting White Balance di kamera
Untuk Setting white balance di kamera, cukup sesuaikan dengan kondisi pencahayaan, jika memotret cahaya lilin misalnya, maka setting white balance menjadi 1000-2000 K. Sebagai bahan pertimbangan untuk pengukuran, angka 5000 merupakan angka tengah dari WB ini, jika diambil kondisi pencahayaan, maka pencahayaan siang hari dengan langit cerah dan matahari lagi bersinar.
Untuk pengukuran cahaya yang lain, mungkin bisa dijadikan patokan dari kondisi pencahayaan siang hari tersebut.
“Seni bukanlah hasil dua dari satu tambah satu, seni lebih kepada bagaimana kita mengolah satu tambah satu menjadi dua.”
Saya suka sekali dengan kalimat ini…
Terima kasih Mas.. pesannya singkat tp pesan yg sangat berarti buat memompa semangat saya menulis.. ditengah2 kekangan waktu ini
Terima kasih sekali lg.. salam..
White Balance, satu faktor yg berpengaruh BANYAK pada hasil foto, mengabaikan pengaturan White Balance hanyalah menjadikan kekecewaan di beberapa jam kemudian, Photoshop bukan solusi, Photoshop hanyalah pembantu dalam kondisi darurat saja
awal yang baik
terimakasih sudah berkunjung, dan juga kasih komen…
cheers..
Artikel yg mudah dipahami dan bermanfaat, salam kenal.
Terima kasih..
salam kenal jg ya..