Catatan Fotografi Sawala

Jurnal fotografi seorang pemula…
Previous Post: Salam  

Antara Fotografi dan Digitall Imaging

“karena insting dan keberuntungan untuk menghasilkan sebuah foto hanya bisa ditebus oleh kesabaran dan penantian. Dalam sabar dan penantian terdapat proses dalam waktu, yang akan membuat sebuah foto menjadi matang.”

Pemanfaatan teknologi dalam berbagai hal menjadi suatu keharusan yang tidak bisa dihindari. Sesuatu yang kita pakai, sesuatu yang kita kendarai bahkan sesuatu yang kita makan tidak ada yang tidak menggunakan teknologi.

Fotografi lahir dan berkembang jauh sebelum teknologi yang kita pakai sekarang ada. Dari kamera pinhole, kamera paling sederhana yang di dilukiskan oleh para filosofi pada abad 4 dan 5 sebelum masehi.

Akhir-akhir ini majalah langganan saya yang selalu tiap bulannya mengadakan perlombaan fotografi, menjadikan foto yang menang adalah foto yang dihasilkan dari gabungan dua foto yang berbeda, yang jelas ini merupakan hasil rekayasa digital. Menggunakan Photoshop.

Latar belakang pendidikan saya dari teknik komputer, tentu sangat mempengaruhi cara kerja saya, termasuk dalam fotografi. Hal yang pertama saya pelajari ketika mempunyai kamera baru adalah bagaimana menggunakan kamera itu dengan komputer, seperti live shooting, update firmware, bahkan semua software bawaan segera diinstall. Tidak lupa software wajib fotografer photoshop dan software tambahan wajib adobe lightroom.

Ketika sedikit-demi sedikit mengenal dunia fotografi yang sangat saya kagumi, ternyata banyak sekali variable penentu dalam menciptakan sebuah foto,  lanyaknya seni-seni yang lain juga begitu! Tidak seperti bayangan awal saya sebelum belajar tentang fotografi, bahwa fotografi itu hanya seni menentukan arah mana atau anggle foto itu dibuat. Jika angle-nya tepat maka foto yang ditampilkan akanlah menakjubkan.

Meskipun saya belajar tentang photoshop dari berbagai litelatur, dan hasil karya yang di hasilkan oleh photoshop sangatlah mengagumkan, akan tetapi, ketika saya melihat pemenang dari lomba bulanan tersebut yang setiap fotonya hasil gabungan dari dua foto yang berbeda atau penambahan komponen foto secara significan, ada perasaan sedih. Bukan sedih karena foto-foto yang tidak bagus, tidak sama sekali!

Foto pemenang mempunyai makna yang mendalam, bahkan terlalu mendalam ketika itu dihubungkan dengan fotografi. Contohnya foto yang berjudul “Anak dari Surga”, dimana fotonya terdiri dari foto 4 orang dewasa yang sedang bermain dengan satu anak kecil yang diangkat setinggi-tingginya sampai terbang. Ditambahkan cahaya yang datang dari arah kanan atas tepat ke anak yang sedang melayang itu, mengesankan anak itu diturunkan oleh cahaya tersebut.

Untuk menghasilkan foto dari digitall imaging, seperti photoshop, yang saya rasakan hasilnya tidak bisa dibandingkan dengan hasil ‘jepretan’ langsung dari fotografi. Bagaimana tidak, seperti contoh foto salah-satu pemenang bulanan diatas. Untuk mendapat foto seperti tersebut sang fotografer haruslah mempunyai insting yang sangat kuat atau mungkin keberuntungan, tidak lupa teknik dan penguasaan terhadap kamera.

Hal-hal tersebut; insting dan keberuntungan juga teknik dan penguasaan kamera merupakan hal yang membuat foto jauh lebih bermakna ketimbang penambahan secara digitall. Selanjutnya, ada pertanyaan yang mungkin agak kontroversi; “Jadi, foto olahan tersebut mempunyai seni yang lebih rendah?”. Saya rasa tidak, hanya saja mereka berada dalam dunia yang berbeda, jangan sekali-kali menyatukan mereka, karena insting dan keberuntungan untuk menghasilkan sebuah foto hanya bisa ditebus oleh kesabaran dan penantian. Dalam sabar dan penantian terdapat proses dalam waktu, yang akan membuat sebuah foto menjadi matang. Jika kematangan sebuah foto dipersingkat oleh olah digital, maka sama halnya buah yang matang di pohon dan buah yang dibuat menjadi matang, hasilnya mungkin sama tapi saya rasa akan lebih nikmat yang matang dipohon.

Namun akhirnya semua penilaian tergantung dari yang menilai, baik juri perlombaan ataupun orang awam. Namun sudah selayaknylah penilaian antara juri dan orang awam mempunyai alasan yang sangat berbeda, juri haruslah lebih bijak, lebih didasarkan terhadap sesuatu, baik teori maupun profesionalisme.

Posted in Notes 11 months, 3 weeks ago at 9:03 am.

Add a comment

No Replies

Feel free to leave a reply using the form below!


Leave a Reply